Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bahlil Tegaskan Pemerintah Siap Terapkan B50 Mulai 1 Juli 2026, Ini Deretan Alasannya

Hasil sementara pengujian B50 menunjukkan perkembangan yang positif dan sebagian besar parameter yang diuji telah memenuhi target.

Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Abdan Syakura/bar)
Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Abdan Syakura/bar)

Pemerintah memastikan implementasi bahan bakar nabati biodiesel B50 akan dimulai pada 1 Juli 2026. Sebelum diterapkan secara penuh, pemerintah akan melakukan evaluasi akhir terhadap hasil uji coba untuk memastikan kesiapan program tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat bersama tim uji coba dalam waktu dekat guna meninjau hasil pengujian yang masih berlangsung.

B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba,”

kata Bahlil, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Hasil Pengujian Sementara Tunjukkan Tren Positif

Menurut Bahlil, hasil sementara pengujian menunjukkan perkembangan yang positif. Sebagian besar parameter yang diuji telah memenuhi target dan menunjukkan performa yang baik.

Iklan

Sekitar 80-90 persen hasil uji coba, alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,”

ujarnya.

Sebagai informasi, B50 merupakan bahan bakar yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Komposisi tersebut lebih tinggi dibandingkan program B40 yang saat ini masih diterapkan pemerintah.

BBM Biodiesel B50. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)
BBM Biodiesel B50. (Sumber: Dok. Kementerian ESDM)

Perkuat Pemanfaatan Minyak Sawit

Pemerintah menilai implementasi B50 dapat memperkuat pemanfaatan minyak sawit dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Selain itu, peningkatan mandatori biodiesel juga diharapkan mendukung ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sektor sawit domestik.

Dengan evaluasi akhir yang akan dilakukan dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan pelaksanaan program B50 dapat berjalan sesuai jadwal mulai awal Juli 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.