Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus
Ekonomi Bisnis

BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juni 18, 2026 5:14 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
SHARE

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) akan menyumbang inflasi sebesar 0,25 persen. Inflasi ini akan berasal dari harga barang yang diatur pemerintah atau administered price.

Daftar isi Konten
  • Dampak Minim
  • Inflasi di Daerah

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan, risiko inflasi yang dihadapi salah satunya berasal dari global akibat kenaikan harga minyak dan komoditas. Tekanan inflasi ini berasal dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green. 

Untuk sementara hitungan kami lebih kurang dia berkontribusi sekitar 0,25 persen kepada inflasi,”

ujar Aida dalam konferensi pers Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga:
RI Bakal Kunci Pasokan Minyak Rusia Lewat Kontrak Jangka Panjang,… Pemerintah berencana mengamankan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia melalui skema…
Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir bergerak di rentang Rp17.800-Rp18.100 per…
Pertamax Turun Mengikuti Minyak Dunia, Bahlil Ingatkan Harga BBM Bisa… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga…
  • RI Bakal Kunci Pasokan Minyak Rusia Lewat Kontrak Jangka Panjang, Ini Alasannya
  • Rupiah Sulit Kembali di Bawah Rp17.000, Sentimen Domestik Ini Penyebabnya
  • Pertamax Turun Mengikuti Minyak Dunia, Bahlil Ingatkan Harga BBM Bisa Naik Lagi

Dampak Minim

Kemudian tekanan inflasi juga akan berasal dari volatile food atau harga-harga komoditas yang bergejolak, termasuk harga pupuk. Namun, dampak tekanan terhadap kelompok volatile food akan sangat minim. 

Ini kita hitung sangat minimal karena kita masih cukup untuk produksi pupuknya. Sementara nanti El Nino mungkin sekitar akhir Juni sampai Oktober atau November,”

terangnya.

Aida menuturkan, meski inflasi akan mengalami kenaikan namun masih akan berada dalam target sasaran pemerintah yakni sebesar 2,5 plus minus 1 persen. 

Ilustrasi cabai rawit merah (sumber: Badan Pangan Nasional)
Ilustrasi cabai rawit merah (sumber: Badan Pangan Nasional)

Inflasi di Daerah

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan bahwa berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Bank Indonesia di daerah, inflasi pada Mei untuk 25 provinsi masih dalam rentang sasaran target. Namun, sejumlah wilayah inflasi bergerak naik.

Terdapat 13 provinsi yang kami pantau secara khusus karena sudah mulai bergerak ke atas di daerah sasaran misalnya seperti di Papua Barat 5,94 persen, kemudian di Aceh 5,12 persen, di Kalimantan Tengah juga 4,55 persen,”

katanya.

Ricky mengatakan, tekanan inflasi yang berasal dari beberapa faktor tersebut membuat harga komoditas pangan seperti hortikultura mulai dari cabai merah, bawang merah dan cabai rawit mengalami kenaikan. 

BI juga memperkirakan, potensi El Nino berisiko menurunkan produktivitas, terutama dari hortikultura di beberapa wilayah khususnya di kawasan Indonesia Timur. 

Kami di Bank Indonesia untuk menghadapi ini mengantisipasi bersama 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah terus memberikan perhatian khusus untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi pangan, dengan bersinergi dengan pemerintah melalui TPIP dan TPID,”

tuturnya.
Baca juga:
BMKG Sebut El Niño Sangat Kuat, Amnesty: 214 Ribu Warga… Sebanyak 214.381 jiwa di 207 desa di Jawa Barat terdampak kekeringan dan…
Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh Krisis iklim yang memicu panas ekstrem dan kekeringan mulai memberi dampak serius…
Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait independensi Bank Indonesia (BI),…
  • BMKG Sebut El Niño Sangat Kuat, Amnesty: 214 Ribu Warga Jabar Sudah…
  • Panas Ekstrem Menggila, Warga Miskin Terancam Tak Bisa Berteduh
  • Ramai Isu BI Masuk Kabinet, Purbaya: Kurang Baik Mengubah Sistem
Perkuat Nilai Tukar Rupiah, BI Kembali Naikkan Suku Bunga ke Level 5,75 Persen
Tag:Bank IndonesiaBBMEl Ninoharga pertamaxinflasipertamaxvolatile food
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
2
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
3
Pajak Marketplace Ditunda ke November 2026, yang Telanjur Dipungut Dikembalikan
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Geger! Ratusan Senjata Api dan Airsoft Gun Ditemukan di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Senjata Api. (Sumber: Unsplash/ Bo Harvey)
5

BERITA LAINNYA

Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 menit lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
57 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Kabar Pemerintah Bakal Hapus Aturan Defisit APBN 3 Persen dari PDB

Pemerintah dikabarkan akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
Ekonomi Bisnis

Asosiasi Buka Suara Usai Pemerintah Batal Terapkan Pajak Marketplace Agustus 2026

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) buka suara terkait keputusan pemerintah menunda pemberlakuan pemungutan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up