Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) akan menyumbang inflasi sebesar 0,25 persen. Inflasi ini akan berasal dari harga barang yang diatur pemerintah atau administered price.
Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan, risiko inflasi yang dihadapi salah satunya berasal dari global akibat kenaikan harga minyak dan komoditas. Tekanan inflasi ini berasal dari penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax dan Pertamax Green.
Untuk sementara hitungan kami lebih kurang dia berkontribusi sekitar 0,25 persen kepada inflasi,”
ujar Aida dalam konferensi pers Kamis, 18 Juni 2026.
Dampak Minim
Kemudian tekanan inflasi juga akan berasal dari volatile food atau harga-harga komoditas yang bergejolak, termasuk harga pupuk. Namun, dampak tekanan terhadap kelompok volatile food akan sangat minim.








