Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Ambruk Pagi Ini, Kembali Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

Pendorong pelemahan rupiah ini mayoritas berasal dari eksternal dan sejalan dengan penguatan dolar AS dalam setahun terakhir.

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)

Nilai tukar rupiah bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi, 24 Juni 2026. Rupiah melemah 0,52 persen atau 92 poin ke level Rp17.951 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pendorong pelemahan rupiah ini mayoritas berasal dari eksternal. Kondisi ini sejalan dengan penguatan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam setahun.

(Pendorong pelemahan rupiah karena) indeks dolar AS naik ke level 101,4 tertinggi dalam lebih dari setahun,”

ujar Lukman kepada Owrite Rabu, 24 Juni 2026.

Sentimen Global

Lukman mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah juga berasal dari sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi

Iklan

Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah sentimen risk off global yang kuat oleh kekhawatiran tingkat suku bunga tinggi,”

terangnya.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Angin Segar

Kendati demikian, pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih mempertahankan status pasar modal Indonesia, turut mendukung penguatan rupiah.

Kabar baik dari MSCI yang masih mempertahankan status emerging market pasar ekuitas Indonesia bisa sedikit banyak mendukung rupiah,”

katanya.

Untuk itu, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan melemah di rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.