Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

IMF Bongkar Nasib Ekonomi Asia 2026, Indonesia Jadi Salah Satu yang Bertahan?

IMF tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan perkiraan yang dirilis pada April 2026.

Gedung Perkantoran di SCBD Jakarta. (Sumber: Unsplash/Bayu Syaits)
Gedung Perkantoran di SCBD Jakarta. (Sumber: Unsplash/Bayu Syaits)

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh sebesar 5 persen pada tahun ini. Meskipun ekonomi sejumlah negara di kawasan Asia mengalami pelambatan.

Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, IMF tidak mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan perkiraan yang dirilis pada April 2026. Namun, pada 2027 pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,1 persen, dan ekonomi dunia pada 2026 diramal akan melambat.

Pertumbuhan global diproyeksikan mencapai 3,0 persen pada tahun 2026 dan 3,4 persen pada tahun 2027, turun dari rata-rata 3,5 persen yang tercatat pada periode 2024–2025,”

tulis IMF dalam laporannya dikutip Kamis, 9 Juli 2026.

Biang Kerok Melambat

Iklan

Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz. (Foto: Istimewa/AI).

IMF mengungkapkan, melambatnya ekonomi dunia ini karena dampak dari perang di Timur Tengah, yang sebagian diimbangi oleh percepatan momentum siklus teknologi global yang didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Di samping itu, IMF memperkirakan inflasi global akan naik menjadi 4,7 persen pada 2026, dari tahun 2025 yang hanya 4,1 persen. Sedangkan pada 2027 inflasi diperkirakan akan turun ke 3,9 persen. 

Proyeksi ini, yang sedikit direvisi ke atas dari proyeksi bulan April, menunjukkan bahwa tren disinflasi yang berlangsung sejak awal tahun 2024 telah terhenti,”

katanya.

Ekonomi Negara Asia

Lapangan Tiananmen, Beijing, China. (Sumber: Unsplash/Dominic Kurniawan)
Lapangan Tiananmen, Beijing, China. (Sumber: Unsplash/Dominic Kurniawan)

IMF dalam laporannya menyebutkan, di kawasan Asia Tenggara pertumbuhan ekonomi Malaysia hanya tumbuh 4,7 persen pada 2026, atau melambat dari realisasi 2025 yang sebesar 5,2 persen.

Kemudian ekonomi Filipina diperkirakan sebesar 3,9 persen atau turun tajam dibandingkan 4,4 persen pada 2025. Lalu Thailand juga diproyeksikan melambat menjadi 1,9 persen dari 2,4 persen pada tahun sebelumnya.  

Selain itu pelambatan pertumbuhan ekonomi juga terjadi di negara-negara besar Asia, di China diperkirakan hanya tumbuh 4,6 persen pada 2026, turun dari 5 persen pada 2025. Untuk India IMF memproyeksikan laju pertumbuhan melambat dari 7,7 persen menjadi 6,4 persen pada 2026.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.