Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 5 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • Spill
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / World Bank-IMF Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Target 6% Tak Lagi Realistis
Ekonomi Bisnis

World Bank-IMF Ramal Ekonomi RI 2026 Melambat, Target 6% Tak Lagi Realistis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: April 17, 2026 11:56 am
Anisa Aulia
Dusep Malik
Share
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
SHARE

World Bank dan International Monetary Fund (IMF) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. World Bank memperkirakan ekonomi akan melambat di 4,7 persen, dan IMF sebesar 5 persen.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman menilai revisi proyeksi dari dua lembaga internasional ini menegaskan bahwa risiko global kini menjadi faktor dominan yang memengaruhi ekonomi Indonesia.

Revisi proyeksi oleh IMF dan World Bank menegaskan bahwa risiko global kini menjadi faktor dominan terhadap ekonomi Indonesia. Kombinasi suku bunga global tinggi, pelemahan permintaan dunia, dan eskalasi geopolitik, ruang ekspansi ekonomi domestik menjadi lebih sempit,”

ujar Rizal saat dihubungi Owrite.id dikutip Jumat, 17 April 2026.

Indef sendiri dalam kondisi realistis seperti saat ini memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi 2026 hanya akan tumbuh di 5 persen. Rizal menilai, konflik Timur Tengah berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi melalui kanal energi dan nilai tukar.

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak ke kisaran US$90–US$100 per barel akan langsung menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui subsidi energi, sekaligus menurunkan daya beli masyarakat akibat tekanan inflasi. 

Dalam skenario moderat, dampaknya akan memangkas pertumbuhan sekitar 0,2 persen hingga 0,3 persen. Besaran penurunan pertumbuhan ini bisa lebih dalam jika disrupsi meluas ke jalur logistik global.

Perspektif proyeksi Indef, pertumbuhan ekonomi 2026 realistis berada diangka 5 persen,”

katanya.

Ekonomi 6 Persen Tak Realistis

Adapun di tengah kondisi ini, pemerintah masih meyakini ekonomi RI akan tetap tumbuh sebesar 5,3 persen pada 2026, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan tumbuh 6 persen.

Rizal menilai, bila hanya sebatas optimis, target pertumbuhan di 5,3 persen masih memungkinkan dicapai. Namun, target pertumbuhan 6 persen tidak realistis untuk dicapai dalam jangka pendek.

Struktur ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada konsumsi membuat akselerasi pertumbuhan sangat bergantung pada daya beli, yang saat ini justru mulai melemah terutama di kelas menengah. Tanpa lonjakan investasi dan ekspor, ruang untuk mencapai 6 persen praktis sangat terbatas,”

tuturnya.

Menurut Rizal, target pertumbuhan 6 persen hanya realistis dalam horizon menengah, dengan reformasi struktural dan transformasi ekonomi yang konsisten. 

Untuk mencapai angka pertumbuhan itu, Indonesia perlu memperkuat basis industri, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperluas basis pajak, dan menciptakan kepastian kebijakan untuk menarik investasi jangka panjang. 

Tanpa itu, proyeksi ekonomi akan cenderung stagnan di kisaran 5 persen,”

katanya.

Kendati demikian, Rizal mengatakan untuk tahun ini pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh konsumsi domestik dan hilirisasi komoditas, meskipun kualitasnya kini mulai tergerus. 

Konsumsi kelas menengah yang hanya tumbuh sekitar 4 persen menunjukkan adanya tekanan struktural, sementara investasi belum sepenuhnya pulih karena investor masih dalam posisi wait and see. Ini membuat pertumbuhan tetap bertahan, tetapi kehilangan akselerasi,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan, ekonomi RI tumbuh 5,5 persen pada kuartal I-2026. Sedangkan sepanjang 2025 diperkirakan tumbuh di 5,3 persen.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan pada kuartal I tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5 persen,”

ujar Airlangga.

Sementara itu, World Bank memproyeksikan ekonomi RI hanya tumbuh 4,7 persen pada 2026, atau melambat dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 4,8 persen. Kemudian IMF memperkirakan pertumbuhan di 5 persen, dibandingkan ramalan sebelumnya di 5,1 persen.

Tag:AirlanggaIMFIndefPertumbuhan Ekonomiproyeksi ekonomiWorld Bank
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Skandal Kredit Fiktif Rp600 Miliar di BRI-KoinWorks, Kejati DKI Tahan Beneficial Owner PT RMS
By Rahmat Baihaqi
Kejati DKI Jakarta menahan LHL alias Ko Xiong selaku Beneficial Owner PT RMS kasus korupsi penyaluran dana kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui platform financial technology (fintech) KoinWorks periode 2020-2024.
1
Respons Isu Mundur dari Posisi Menkeu, Purbaya Cuma Bilang Begini
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
2
Resmi Disahkan, Ini 17 Hal Pengubah Pasar Keuangan RI dalam UU P2SK
By Anisa Aulia
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna Ke-11 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
3
Diburu KPK Usai OTT Imigrasi, Wamen Imipas Akhirnya Menyerahkan Diri
By Amin Suciady
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Silmy Karim mendatangi KPK pascaoperasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menjerat sejumlah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
4
Kebijakan Ekspor via Danantara Buat Importir China Rem Beli Batu Bara, Apa Dampaknya?
By Iren Natania
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)
5

BERITA LAINNYA

Perajin membuat tas anyaman pandan untuk diekspor ke Maladewa dan Malaysia di rumah produksi Sang Bamboo, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Ari Bowo Sucipto)
Ekonomi Bisnis

Indef Wanti-wanti Risiko Revisi Penerima PPh Final UMKM, Ekspansi Usaha Bisa Terhambat

Pemerintah merombak kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun.
Ekonomi Bisnis

DPR Janji UU P2SK Tak Ganggu Independensi BI, Cuma ‘Perkuat’ Kelembagaan

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun memastikan, revisi Undang-Undang (UU) tentang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Ini Kata Purbaya Soal Pembayaran Utang RI yang Naik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang kini…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke mobil tangki di Integrated Terminal Balongan, Indramayu, Jawa Barat. (Sumber: Antara Foto/Dedhez Anggara/rwa)
Ekonomi Bisnis

Catat, Mulai Semester II 2026 Semua SPBU Wajib BBM Dicampur Etanol 5 Persen

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh badan usaha bahan…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up