Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Melonjak ke US$85,77 per Barel Imbas AS Kembali Gempur Iran

Harga minyak WTI naik 1,01 persen menjadi US$80,14 per barel. Sedangkan harga minyak Brent naik 1,23 persen menjadi US$85,77 per barel.

Ilustrasi Pengeboran Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Maria Lupan)
Ilustrasi Pengeboran Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Maria Lupan)

Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran, dan Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz. Kondisi ini membuat harga minyak naik pada perdagangan Rabu.

Dilansir dari CNBC, Rabu, 15 Juli 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus naik 1,01 persen menjadi US$80,14 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk kontrak September naik 1,23 persen menjadi US$85,77 per barel.

Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan, telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Selasa malam, yang menargetkan puluhan aset militer di dekat Selat Hormuz dan sepanjang pesisir Iran dalam operasi yang berlangsung selama tujuh jam.

Iklan

Lemahkan Iran

Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz
Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz (Foto: x/@feovle)

Centcom menyebut, serangan itu melibatkan pesawat tempur, drone, dan kapal perang yang menghantam fasilitas rudal dan drone, aset angkatan laut, serta sistem pertahanan pantai. Operasi itu bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial.

Operasi tersebut dimulai saat pasukan AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan Iran pada hari yang sama.

Dalam pernyataan lanjutan di media sosial, Komandan Centcom Brad Cooper mengatakan bahwa Iran telah secara sengaja menargetkan warga sipil dan menyerang tujuh kapal komersial selama seminggu terakhir. Akibatnya, sekitar belasan awak kapal dilaporkan tewas, hilang, atau mengalami luka-luka.

Eskalasi terbaru ini menunjukkan bahwa harapan akan pembukaan cepat Selat tersebut masih terlalu dini,”

kata Analis Energi Senior di Mst Marquee, Saul Kavonic.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.