Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

BI Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Aman, Ekspansi Moneter Tembus Rp837 Triliun

Terjaganya likuiditas perbankan tercermin dari Indonia, yang merupakan gambaran suku bunga antar bank yang sempat mencapai 6,62 persen.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida Budiman (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar)

Bank Indonesia (BI) menilai ketahanan likuiditas perbankan masih terjaga. Kondisi ini dipengaruhi ekspansi likuiditas oleh BI melalui berbagai instrumen moneter yang mencapai Rp837,11 triliun per 16 Juli 2026.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan masih terjaganya likuiditas perbankan ini tercermin dari Indonesian Overnight Index Average (Indonia), yang merupakan gambaran suku bunga antar bank yang sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026 turun menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026. 

Penurunan Indonia mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai,”

ujar Destry dalam keterangannya Jumat, 17 Juli 2026.

Ekspansi BI

Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)

Destry menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi strategi ekspansi likuiditas oleh Bank Indonesia melalui berbagai instrumen moneter seperti repo, swap, dan pembelian SBN di pasar sekunder yang mencapai Rp837,11 triliun.

Iklan

Per 16 Juli ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun. Strategi ekspansi tersebut juga mendukung pertumbuhan uang primer (M0) yang terjaga double digit, yaitu 12,8 persen yoy (year on year) pada akhir Juni 2026,”

tuturnya.

Destry menuturkan, pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik. 

Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien. Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar.

Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.