Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus

Defisit APBN pada semester I-2026 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I-2026 dalam kondisi baik, meskipun mengalami defisit. Hal ini menjadi salah satu alasan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang RI.

Defisit APBN pada semester I-2026 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini berasal dari besarnya realisasi belanja negara, dibandingkan penerimaan.

APBN-nya bagus ekspansif dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P akan peringkat kita di BBB dengan outlook dipertahankan stabil,”

ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Selasa, 21 Juli 2026.

Purbaya menyinggung isu yang ramai mengenai S&P akan menurunkan rating Indonesia. Rumor itu jelasnya, telah membuat pasar saham Indonesia amblas.

Iklan

Artinya mereka (S&P) melihat apa yang dikerjakan oleh pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto itu semuanya bergerak ke arah yang benar dengan dampak pertumbuhan yang kuat tanpa mengabaikan kehati-hatian pelaksanaan kebijakan fiskal,”

tuturnya.

Realisasi Belanja dan Penerimaan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr)

Untuk pendapatan negara realisasinya pada semester I-2026 sebesar Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target 2026 yang sebesar Rp3.153,6 triliun. Pendapatan ini tumbuh 21,4 persen secara  year on year (yoy).

Bila dirinci, realisasi pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun atau tumbuh 21,4 persen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp459,2 triliun.

Purbaya menjelaskan, kinerja pendapatan negara itu dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan K/L dan Badan Layanan Umum (BLU).

Sedangkan untuk belanja negara realisasinya di semester I-2026 sebesar Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari target APBN yang senilai Rp3.842,7 triliun, atau tumbuh 17,8 persen.

Belanja negara ini terdiri dari, belanja pemerintah pusat realisasinya sebesar Rp1.298,6 triliun atau tumbuh 29,4 persen, dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun atau tumbuh 11,2 persen.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.