Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I-2026 dalam kondisi baik, meskipun mengalami defisit. Hal ini menjadi salah satu alasan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang RI.
Defisit APBN pada semester I-2026 sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini berasal dari besarnya realisasi belanja negara, dibandingkan penerimaan.
APBN-nya bagus ekspansif dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P akan peringkat kita di BBB dengan outlook dipertahankan stabil,”
ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Selasa, 21 Juli 2026.
Purbaya menyinggung isu yang ramai mengenai S&P akan menurunkan rating Indonesia. Rumor itu jelasnya, telah membuat pasar saham Indonesia amblas.








