Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) era Presiden Prabowo Subianto menjadi yang terlebar, dibandingkan masa pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.
Pemerintah sendiri memperkirakan defisit APBN 2026 mencapai Rp734,3 triliun, atau melebar dari target sebelumnya yang sebesar Rp689,1 triliun. Sehingga rasio terhadap Produk Domestik (PDB) menjadi 2,85 persen dari rencana 2,68 persen, atau menjadi yang tertinggi kecuali di masa pandemi.
Tahun pertama era Prabowo langsung mencapai 2,81 persen, dan diakui Pemerintah akan menjadi 2,85 persen pada 2026,”
ujar Awalil dalam keterangannya Senin, 13 Juli 2026.
Sedangkan di masa pemerintahan SBY rata-rata rasio defisit hanya sebesar 1,19 persen. Lalu pada era Jokowi pertama yakni 2015-2019 meningkat menjadi 2,32 persen, namun melonjak pada periode kedua karena Covid-19.








