Bank Indonesia (BI) meramal inflasi global akan terkerek naik sejalan dengan melemahnya prospek pertumbuhan ekonomi. Inflasi global diperkirakan naik menjadi 4,5 persen, dari sebelumnya 4,4 persen.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ketidakpastian global kembali naik pasca re-eskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat sehingga mengganggu harga minyak dunia.
Prospek pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 diperkirakan tetap lemah sebesar 3,0 persen dan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,5 persen,”
ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 22 Juli 2026.
Suku Bunga the Fed

Perry menyebut, kebijakan moneter global juga menjadi lebih ketat sebagai respons terhadap semakin tingginya tekanan inflasi tersebut. Sehingga ia memperkirakan, the Fed akan menaikkan Fed Funds Rate (FFR) pada kuartal IV-2026.







