Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bisa Dorong Ekonomi RI, BI Ungkap Kredit Nganggur di Bank Capai Rp2.490 Triliun

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Rp2.490 triliun itu masuk ke dalam fasilitas pinjaman yang belum digunakan perbankan.

Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit nganggur di perbankan atau undisbursed loan mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon. Hal ini mencerminkan bahwa ruang pembiayaan yang belum dimanfaatkan masih besar untuk mendukung perekonomian.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Rp2.490 triliun itu masuk ke dalam fasilitas pinjaman yang belum digunakan. Sehingga, diminta agar perbankan mendorong penyaluran kredit guna membiayai pertumbuhan ekonomi.

Masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon kredit yang tersedia, sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi,”

ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 22 Juli 2026.

Penyaluran Kredit Masih Longgar

Ilustrasi menghitung uang. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/nym)
Ilustrasi menghitung uang. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/nym)

Perry menuturkan, untuk minat penyaluran kredit (lending appetite) tercatat masih longgar serta didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tinggi mencapai 10,21 persen year on year (yoy). 

Iklan

Perkembangan suku bunga perbankan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, termasuk didukung publikasi assessment transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK),”

tuturnya.

Kredit Masih Tumbuh

Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Dok. BI)

Di samping itu, Perry mengatakan bahwa kredit perbankan pada Juni 2026 sebesar 12,67 persen secara yoy, meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51 persen yoy. 

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,90 persen yoy, 8,94 persen yoy, dan 5,75 persen yoy. 

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.