Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit nganggur di perbankan atau undisbursed loan mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon. Hal ini mencerminkan bahwa ruang pembiayaan yang belum dimanfaatkan masih besar untuk mendukung perekonomian.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Rp2.490 triliun itu masuk ke dalam fasilitas pinjaman yang belum digunakan. Sehingga, diminta agar perbankan mendorong penyaluran kredit guna membiayai pertumbuhan ekonomi.
Masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52 persen dari plafon kredit yang tersedia, sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi,”
ujar Perry dalam konferensi pers Rabu, 22 Juli 2026.
Penyaluran Kredit Masih Longgar


Perry menuturkan, untuk minat penyaluran kredit (lending appetite) tercatat masih longgar serta didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap tinggi mencapai 10,21 persen year on year (yoy).
Perkembangan suku bunga perbankan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, termasuk didukung publikasi assessment transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK),”
tuturnya.
Kredit Masih Tumbuh


Di samping itu, Perry mengatakan bahwa kredit perbankan pada Juni 2026 sebesar 12,67 persen secara yoy, meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51 persen yoy.
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,90 persen yoy, 8,94 persen yoy, dan 5,75 persen yoy.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen,”
jelasnya.





















