Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)
Berdasarkan data perdagangan hari ini sejumlah nilai tukar negara Asia ikut melemah. Rupee India (INR) anjlok 0,30 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,26 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,12 persen terhadap dolar AS, Peso Filipina (PHP) merosot 0,02 persen, serta Dolar Singapura (SGD) melemah 0,01 persen.
Iklan
Timur Tengah dan BI Rate
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Sumber: Youtube Bank Indonesia)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan melemahnya rupiah pada perdagangan hari ini karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pelaku pasar mempertimbangkan meningkatnya bentrokan militer antara AS dan Iran, dimana pasukan AS mengatakan mereka mulai menyerang target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut pada hari Selasa,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Rabu, 22 Juli 2026.
Selain itu, pelemahan rupiah juga sejalan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Keputusan menahan suku bunga acuan ini, BI mendorong kebijakan lain, yakni pemberian insentif guna mendorong arus modal asing ke pasar uang Indonesia dalam rangka tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,”
katanya.
340 Saham Turun
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp18,4 triliun dengan melibatkan 46,3 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 272 saham naik, 184 tidak bergerak, dan 340 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: