Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Rupiah ditutup anjlok 0,16 persen ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat, dan IHSG melemah 0,09 persen ke 6.334
Berdasarkan data perdagangan hari ini sejumlah nilai tukar negara Asia ikut melemah. Rupee India (INR) anjlok 0,30 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,26 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,12 persen terhadap dolar AS, Peso Filipina (PHP) merosot 0,02 persen, serta Dolar Singapura (SGD) melemah 0,01 persen.
Timur Tengah dan BI Rate


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan melemahnya rupiah pada perdagangan hari ini karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pelaku pasar mempertimbangkan meningkatnya bentrokan militer antara AS dan Iran, dimana pasukan AS mengatakan mereka mulai menyerang target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut pada hari Selasa,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Rabu, 22 Juli 2026.
Selain itu, pelemahan rupiah juga sejalan dengan keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Keputusan menahan suku bunga acuan ini, BI mendorong kebijakan lain, yakni pemberian insentif guna mendorong arus modal asing ke pasar uang Indonesia dalam rangka tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,”
katanya.
340 Saham Turun


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp18,4 triliun dengan melibatkan 46,3 miliar saham dalam 2,7 juta kali transaksi. Sebanyak 272 saham naik, 184 tidak bergerak, dan 340 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melemah 14,78 persen ke Rp490
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) anjlok 14,38 persen ke Rp625
- PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) amblas 14,29 persen ke Rp114
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp61,36 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp51,98 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp48,38 miliar






















