Nilai tukar rupiah terperosok pada perdagangan Rabu pagi, 22 Juli 2026. Rupiah melemah 0,24 persen atau 43 poin ke level Rp17.931 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini lantaran masih tingginya tensi di Timur Tengah. Sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS,”
ujar Lukman kepada Owrite Rabu, 22 Juli 2026.
Tunggu Keputusan BI

Namun, pelemahan ini diperkirakan akan terbatas. Lukman menuturkan saat ini investor tengah mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini.






