Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tidak akan digunakan untuk mengendapkan dana gelap internasional.
Airlangga mengatakan dalam industri keuangan global, Know Your Customer (KYC) akan menjadi panduan utama sebelum menerima investor yang akan menanam dana di PFII. Sehingga, PFII tidak dapat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan dana gelap.
Kalau sekarang kan di dalam global financial, KYC, know your customer itu menjadi penting dan berbagai negara termasuk Indonesia kan kita juga sudah konvensi mengenai keuangan yang anti-money laundering ada. Jadi, itu pasti akan di-protect terhadap itu, jadi ini bukan untuk dana-dana gelap,”
ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026.
RUU Disahkan DPR

Adapun Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) resmi disahkan menjadi undang-undang. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.






