Center of Economic and Law Studies (Celios) mengaku terkejut dengan keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Menurut Celios, langkah tersebut mengejutkan karena masa jabatan Perry seharusnya masih berlangsung hingga 2028.
Direktur Eksekutif Celios Bima Yudhistira menilai pengunduran diri Perry perlu dilihat bukan hanya dari sisi kebijakan moneter, tetapi juga dikaitkan dengan kondisi fiskal yang saat ini menghadapi tekanan, terutama dari sisi penerimaan negara.
Pagi tadi kita dikejutkan oleh mundurnya Gubernur Bank Indonesia, Pak Perry Warjiyo. Dan mundurnya Gubernur Bank Indonesia ini sebenarnya cukup mengejutkan karena masih 2028 kalau tidak salah masa berlangsungnya kepemimpinan dari Gubernur Bank Indonesia,”
kata Bima saat berada di Cikini, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Tekanan Fiskal Terjadi Sejak Akhir 2025

Bima mengatakan, tekanan terhadap fiskal sudah terlihat sejak akhir 2025 ketika sejumlah lembaga pemeringkat internasional memberikan outlook negatif terhadap surat utang Indonesia maupun beberapa BUMN.






