Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Pelemahan rupiah ini didorong oleh respons negatif pasar atas mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data penutupan pasar, rupiah anjlok 0,26 persen atau 46 poin ke level Rp18.009 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,17 persen ke level 6.185.
Nilai tukar yang melemah pada perdagangan sore hari ini, hanya rupiah dan nilai tukar Korea Selatan. Untuk Won Korea (KRW) melemah 0,83 persen.
Respons Negatif Pasar


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan melemahnya rupiah ini karena pasar merespons negatif terhadap mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya.
Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan gonjang-ganjing rupiah yang terus melemah akibat tensi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah antara AS dan Iran, membuat Presiden, pemerintah dan DPR sering melakukan intervensi terhadap independensi Bank Indonesia bahkan tidak jauh dari kata mundur untuk Bapak Perry Warjiyo,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Senin, 27 Juli 2026.
Dengan demikian, untuk perdagangan besok nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif. Namun ditutup melemah direntang Rp18.010 per dolar AS hingga Rp18.060 per dolar AS.
341 Saham Turun Hari Ini


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,1 triliun dengan melibatkan 27,7 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 307 saham naik, 147 tidak bergerak, dan 341 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melemah 14,55 persen ke Rp376
- PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) anjlok 10,09 persen ke Rp5.125
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah 9,83 persen ke Rp1.605
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp639,69 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp164,99 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp140,38 miliar
























