Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026. Rupiah anjlok 0,41 persen ke level Rp18.083 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG melemah 0,89 persen ke 6.130.
Berdasarkan data penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar negara Asia yang melemah diantaranya Dolar Singapura (SGD) melemah 0,15 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,07 persen.
Kemudian Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,06 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,06 persen terhadap dolar AS, dan Yen Jepang (JPY) melemah 0,02 persen.
Efek Perry Warjiyo Mundur


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah ini masih didorong oleh sentimen pengunduran diri Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Ketidakpastian ekonomi dalam negeri usai pengunduran diri Perry Warjiyo secara mendadak sempat direspons negatif oleh pasar karena dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepemimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow dana asing, serta potensi tren kenaikan suku bunga global,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Selasa, 28 Juli 2026.
Ibrahim mengatakan, saat ini pasar masih menunggu penunjukan Gubernur BI yang definitif. Bila penunjukan Gubernur BI yang baru sesuai dengan harapan pasar serta transisi kepemimpinan yang berjalan lancar, maka bisa menjaga stabilitas rupiah.
Selain itu, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings ikut merespons berita pengunduran diri Perry Warjiyo. Sovereign Analyst di S&P Global Ratings Rain Yin menilai pengunduran diri itu tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia.
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.960-Rp18.020,”
katanya.
Transaksi IHSG


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,8 triliun dengan melibatkan 25,4 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 265 saham naik, 172 tidak bergerak, dan 360 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Maha Properti Indonesia Tbk PT (MPRO) melemah 14,90 persen ke Rp12.275
- PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melemah anjlok 14,89 persen ke Rp320
- PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) melemah 12,50 persen ke Rp189
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp99,55 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp88,79 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sebesar Rp52,20 miliar





















