Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta agar pasar tidak panik, pasca pengunduran Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia.
Destry mengatakan, arah kebijakan bank sentral akan tetap sama seperti sebelumnya, salah satunya memastikan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga.
Untuk market kita berharap, tidak perlu panik, kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya. Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini,”
ujar Destry di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Jaga Stabilitas Rupiah


Destry menyatakan, stabilitas nilai tukar rupiah akan dijaga melalui berbagai intervensi di pasar yakni Non Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). BI tegasnya, juga akan melakukan kebijakan yang pro pada pertumbuhan ekonomi.
Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami,”
katanya.
Destry menuturkan, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen pada Juli 2026, juga diharapkan membawa modal masuk alias capital inflow ke pasar keuangan domestik.
Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita juga memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging,”
terangnya.
Adapun pada pembukaan perdagangan hari ini Selasa, 28 Juli 2026 rupiah dibuka melemah sebesar 0,43 persen atau 78 persen ke level Rp18.087 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan pada penutupan perdagangan Senin, 27 Juli 2026 rupiah melemah 0,26 persen atau 46 poin ke level Rp18.009 per dolar AS.
























