Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Usai Perry Warjiyo Tinggalkan BI, Destry Damayanti Minta Pasar Tak Panik

Suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen pada Juli 2026, diharapkan membawa capital inflow ke pasar keuangan domestik.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Terpilih Destry Damayanti memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Terpilih Destry Damayanti memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)

Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta agar pasar tidak panik, pasca pengunduran Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia. 

Destry mengatakan, arah kebijakan bank sentral akan tetap sama seperti sebelumnya, salah satunya memastikan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga. 

Untuk market kita berharap, tidak perlu panik, kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya. Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini,”

ujar Destry di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Jaga Stabilitas Rupiah

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Destry menyatakan, stabilitas nilai tukar rupiah akan dijaga melalui berbagai intervensi di pasar yakni Non Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF). BI tegasnya, juga akan melakukan kebijakan yang pro pada pertumbuhan ekonomi. 

Iklan

Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-growth akan kami teruskan melalui kebijakan makroprudensial kami,”

katanya.

Destry menuturkan, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen pada Juli 2026, juga diharapkan membawa modal masuk alias capital inflow ke pasar keuangan domestik.

Kami juga mengharapkan inflow akan terus terjadi dengan kita juga memberikan insentif kepada dana capital inflow yang masuk dengan menurunkan biaya hedging,”

terangnya.

Adapun pada pembukaan perdagangan hari ini Selasa, 28 Juli 2026 rupiah dibuka melemah sebesar 0,43 persen atau 78 persen ke level Rp18.087 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan pada penutupan perdagangan Senin, 27 Juli 2026 rupiah melemah 0,26 persen atau 46 poin ke level Rp18.009 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.