Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, sebesar 0,13 persen atau 23 poin ke level Rp18.106 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah hari ini didorong oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.
Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS akibat dari harga minyak mentah yang kembali melonjak menyusul berita penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah,”
ujar Lukman kepada Owrite Rabu, 29 Juli 2026.
Mundurnya Gubernur BI


Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan sentimen pelemahan rupiah masih didorong oleh mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Sentimen domestik diperkirakan juga masih negatif pasca pengunduran diri Gubernur BI,”
tuturnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS.

























