Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Sempat Turun, Harga Minyak Naik Lagi ke US$86,97 per Barel Imbas Serangan Iran ke AS

Minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September naik 3,42 persen jadi US$86,97 per barel. Sedangkan WTI naik jadi US$82,09 per barel.

Pengeboran Minyak Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/NOAA)
Pengeboran Minyak Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/NOAA)

Harga minyak kembali naik pada perdagangan Rabu di Asia. Kenaikan ini menyusul kembali memanasnya ketegangan di Timur Tengah, setelah Iran melancarkan serangan terhadap pasukan AS menggunakan rudal balistik.

Minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman September naik 3,42 persen menjadi US$86,97 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik 3,58 persen menjadi US$82,09 per barel.

Pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah,”

kata Komando Pusat AS di X dikutip dari CNBC pada Senin, 29 Juli 2026.

AS dan Arab Saudi Serang Irak Timur 

Ilustrasi Tentara AS terluka imbas serangan drone Iran.
Ilustrasi Tentara AS terluka imbas serangan drone Iran. (Foto: AI).

Pasukan AS dan Arab Saudi juga menyerang sejumlah lokasi logistik dan persenjataan milik kelompok teroris di Irak bagian timur pada Selasa waktu setempat. Serangan tersebut merupakan balasan atas lebih dari 30 serangan drone dalam tiga hari terakhir yang dilakukan oleh kelompok teroris yang berafiliasi dengan Iran.

Iklan

Di samping itu, U.K. Maritime Trade Operations Centre melaporkan adanya aktivitas mencurigakan di Laut Merah melalui unggahan di X.

Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, lembaga tersebut menyebut nakhoda sebuah kapal tanker mendengar suara ledakan saat melintasi wilayah selatan Laut Merah. Peringatan itu diterbitkan pada Selasa, sementara insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Senin.

Kekhawatiran Pasokan

Serangan Houthi yang menargetkan fasilitas minyak Saudi juga telah memicu kekhawatiran pasokan. Executive Industry Advisor di Xeneta Bjorn Vang Jensen mengatakan serangan Houthi terhadap infrastruktur produksi, penyimpanan, dan pelabuhan minyak berpotensi mengganggu pasokan di seluruh kawasan.

Lonjakan harga minyak diperparah oleh nada yang agak hawkish dari Ketua Kevin Warsh pada rapat FOMC pertamanya sebagai Ketua Fed, dan para pedagang masih terpecah mengenai keputusan bank sentral yang akan diumumkan pada Rabu ini,”

demikian laporan Kitco.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.