Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sawit. Daerah penghasil dinilai belum menikmati manfaat yang sepadan dari kekayaan alamnya sendiri, sehingga banyak kabupaten penghasil sawit tetap bergulat dengan kemiskinan.
Ketua Umum APKASI periode 2025–2030, Bursah Zarnubi, mengatakan formula DBH sawit saat ini belum mencerminkan kontribusi daerah penghasil. Bahkan, pemerintah kabupaten mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan formula pembagian dana tersebut.
Bahkan kami tidak tahu sama sekali, tidak pernah diajak berunding, tidak pernah diajak berdiskusi bagaimana rumusan DBH ini sehingga menghasilkan fiskal yang adil untuk di daerah; adil bagi pusat, adil juga bagi daerah,”
kata Bursah dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Daerah Jadi Penonton

Menurut Bursah, ketimpangan itu membuat daerah penghasil sawit hanya menjadi penonton, sementara keuntungan besar justru dinikmati perusahaan.







