Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengkritik mekanisme pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai terlalu terpusat. Akibatnya, pemerintah daerah mengaku tidak memiliki keleluasaan dalam menjalankan program pembangunan meski kebutuhan di lapangan terus meningkat.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau mengatakan skema dana Otsus jilid II berbeda dengan sebelumnya karena hampir seluruh penggunaan anggaran telah ditentukan pemerintah pusat.
Kalau Otsus jilid dua ini, pusat pegang kepala, pegang juga ekornya. Jadi kami nggak bisa gerak sama sekali. Sudah dikunci dari Jakarta,”
kata Ahmad dalam Forum Dialog Strategis bersama Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-Tanah Papua melalui Zoom Meeting, Kamis, 30 Juli 2026.
Usulan Daerah Kerap Tertolak
Menurut dia, pembatasan tersebut membuat usulan program daerah kerap tertolak sejak tahap penyusunan anggaran apabila tidak sesuai dengan item yang telah ditetapkan dalam sistem.







