Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bertolak belakang pada Kamis, 30 Juli 2026. Rupiah melemah 0,21 persen atau 38 poin ke level Rp18.111 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG menguat 1,56 persen ke 6.186.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah ini karena Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras. Kondisi ini menyusul serangan rudal Iran pada Selasa terhadap pangkalan AS di Yordania.
Pada hari Rabu, AS dan Arab Saudi menyerang pasukan para militer yang didukung Iran di Irak kali pertama Arab Saudi secara terbuka bergabung dalam serangan udara AS sebagai balasan atas serangan pesawat nirawak (drone) terhadap target-target minyak Saudi yang diluncurkan dari Irak,”
kata Ibrahim dalam risetnya Kamis, 30 Juli 2026.
Terdampak Putusan The Fed


Ibrahim menuturkan, pelemahan rupiah juga didorong oleh keputusan The Fed mempertahankan Suku Bunga Dana Federal dalam kisaran target saat ini antara 3,50 persen dan 3,75 persen.
Adapun untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif. Namun, ditutup melemah direntang Rp18.110 per dolar AS hingga Rp18.160 per dolar AS.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp12,6 triliun dengan melibatkan 26,8 miliar saham dalam 1,7 juta kali transaksi. Sebanyak 495 saham naik, 136 tidak bergerak, dan 158 turun.
Dilansir dari Stockbit saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer:
- PT Ever Shine Textile Tbk (ESTI) menguat 34,65 persen ke Rp171
- PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) menguat 34,62 persen ke Rp175
- PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) menguat 25 persen ke Rp320























