Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026 sebesar 0,31 persen atau 56 poin ke level Rp18.055 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah didorong oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan Produk Domestik Bruto (PDB) AS.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan,”
ujar Lukman kepada Owrite Jumat, 31 Juli 2026.
Menguat Terbatas


Lukman menilai, penguatan rupiah kemungkinan akan terbatas karena naiknya tensi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Penguatan mungkin terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia serta sentimen domestik yang masih lemah,”
katanya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS.























