Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan pada perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Rupiah ditutup menguat, sedangkan IHSG melemah.
Rupiah tercatat menguat 0,14 persen atau 25 poin ke level Rp17.997 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,03 persen ke level 6.234.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, nilai tukar di negara Asia yang menguat di antaranya Dolar Singapura (SGD) 0,04 persen, Baht Thailand (THB) 0,25 persen, Yen Jepang (JPY) 0,40 persen, Won Korea (KRW) 0,51 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,54 persen.
Pendorong Penguatan Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan menguatnya rupiah pada perdagangan hari ini karena pernyataan Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana serangan militer besar-besaran terhadap Iran
Trump mengatakan bahwa pembicaraan akan dimulai pada hari Senin dan ditujukan untuk membuka kembali Selat Hormuz serta memastikan Iran meninggalkan ambisi nuklirnya,”
ujar Ibrahim dalam risetnya Senin, 3 Agustus 2026.
Saat ini, pasar juga tengah fokus terhadap prospek the Fed dan data ketenagakerjaan AS meskipun mencatat kenaikan pada hari Senin. Para investor tetap bersikap hati-hati setelah tiga pejabat the Fed mengatakan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan demi menjaga kredibilitas bank sentral dalam upaya pengendalian inflasi.
Di samping itu, Ibrahim menyoroti Indonesia yang mencatatkan deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month to month/MtM), setelah sebelumnya mencatat inflasi 0,44 persen pada Mei 2026.
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.990-Rp18.040,”
katanya.
Nilai Transaksi IHSG


Adapun nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,3 triliun dengan melibatkan 37,6 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi. Sebanyak 300 saham naik, 289 tidak bergerak, dan 374 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 12,67 persen ke Rp4.410
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) anjlok 11,76 persen ke Rp975
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melemah 11,36 persen ke Rp780
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp100,40 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp72,40 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp67,69 miliar

























