Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada Senin, 3 Agustus 2026 sebesar 0,21 persen atau 37 poin ke level Rp17.985 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan menguatnya rupiah ini didorong oleh Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana serangan ke Iran.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah setelah Trump mengatakan pada Minggu pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran,”
kata Lukman kepada Owrite, Senin, 3 Agustus 2026.
Meski demikian, Lukman memperkirakan penguatan rupiah pada perdagangan hari ini akan terbatas. Sebab, investor tengah menunggu rilis data penting ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Penguatan akan terbatas, dengan investor menantikan rilis data-data ekonomi penting domestik siang ini yaitu perdagangan dan inflasi,”
jelas Lukman.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.950 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS.
Mata Uang Negara Asia
Berdasarkan data perdagangan hari ini selain rupiah, nilai tukar negara Asia lainnya turut menguat. Mereka di antaranya Won Korea (KRW) menguat 0,73 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,57 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,36 persen.
Kemudian, Baht Thailand (THB) menghijau 0,32 persen, Rupee India (INR) menguat 0,30 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,03 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,14 persen.






















