Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

Penerbitan obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun dilakukan untuk menjaga agar keuangan Jakarta menjadi lebih sehat usai pemotongan DBH.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan pemerintah pusat tidak diminati oleh investor. Hal ini menyusul rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun pada Juni 2027.

Adapun surat utang pemerintah RI dikenal sebagai Surat Berharga Negara (SBN), yang terbagi menjadi dua kategori utama yakni Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Enggak, karena kan pemerintah (pusat) lebih kredibel daripada Pemda,”

ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Purbaya juga mengaku belum bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Sebab, sebelumnya dia mengaku akan menemui Pramono terkait hal tersebut

Iklan

Jaga Keuangan Jakarta

Adapun Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerbitan obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun dilakukan untuk menjaga agar keuangan Jakarta menjadi lebih sehat.

Obligasi daerah merupakan salah satu bentuk pembiayaan kreatif yang hasilnya untuk mendukung berbagai proyek layanan publik. Rencananya, obligasi Jakarta akan diterbitkan pada 2027 dengan tenor tujuh tahun.

Walaupun ada pemotongan DBH, kita melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat dan transparan, terbuka. Maka kenapa kemudian tenornya itu tujuh tahun minim dan dilakukan secara transparan,”

kata Pramono dalam keterangannya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: beritajakarta.id)

Alternatif Pembiayaan Jakarta

Pramono menjelaskan, obligasi daerah ini dirancang sebagai alternatif pembiayaan di tengah kondisi fiskal saat ini, di mana terdapat penyesuaian DBH. Dia meyakini, nantinya skema pembiayaan alternatif ini akan menjadi model percontohan bagi daerah lain.

Untuk besaran kupon yang diberikan, Pramono memastikan masih dalam batas aman dari APBD. Ia pun meyakini, penerbitan obligasi daerah akan memberikan manfaat untuk masyarakat.

Mengenai nanti berapa bunga pembayaran dan sebagainya, tapi intinya Jakarta pasti sanggup,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.