Nama Destry Damayanti kembali jadi sorotan usai diusulkan sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jika nantinya mendapat persetujuan DPR dan resmi dilantik, Destry tidak hanya duduki kursi penting di bank sentral. Ia juga berpeluang mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjadi Gubernur BI secara definitif.
Saat ini, Presiden Prabowo telah mengirim surat presiden (surpres) kepada DPR terkait pencalonannya tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan hanya ada satu nama yang diajukan oleh presiden, yakni Destry Damayanti.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Destry Damayanti?
Jejak Karir Destry Damayanti
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Bagi perempuan berusia 62 tahun ini, dunia ekonomi, perbankan, hingga kebijakan publik bukanlah hal yang baru lagi.
Melansir dari laman Bank Indonesia, Destry merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah itu, Destry juga melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science.
Karier Destry bahkan sudah dimulai sejak akhir 1980-an. Pada 1989, Ia pernah menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development, dan kemudian melanjutkan aktivitasnya sebagai peneliti di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Perjalanan Destry tidak hanya berada di dunia akademik. Ia juga pernah masuk ke sektor pemerintahan dan perbankan.
Pada 1992-1997, Destry bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan. Setelah itu, ia mulai memasuki dunia perbankan dengan bekerja di Citibank Indonesia pada 1997-2000.
Kariernya kemudian berlanjut ke posisi Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003, dan dari sini pengalaman Destry di bidang ekonomi dan pasar keuangan terus berkembang.
Nama Destry semakin dikenal ketika ia dipercaya menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Setelah itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Pada periode yang sama, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014-2015.
Hal ini membuat track record Destry di dunia ekonomi, perbankan, pasar keuangan hingga kebijakan pemerintah cukup panjang.


Pernah Jadi Anggota Dewan Komisioner LSP
Tak sampai di situ saja, ia juga pernah dipercaya menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.
Posisi tersebut membuat Destry semakin dekat dengan sektor keuangan nasional, sebelum akhirnya masuk ke jajaran pimpinan Bank Indonesia.
Selain itu, Presiden Joko Widodo pernah menunjuk Destry sebagai Ketua Panitia Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2015.
Di lingkungan akademik, Destry juga tetap memiliki keterikatan dengan almamaternya. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia periode 2019-2021.
Dua Periode Sebagai Deputi Gubernur BI
Pada 2019, Destry resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia untuk periode 2019-2024. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 74/P Tahun 2024, Destry kembali dipercaya mengisi posisi itu lagi. ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI untuk periode 2024-2029,
Artinya, Destry bukan orang baru di lingkungan BI. Ia sudah berada di jajaran pimpinan bank sentral selama beberapa tahun.
Pengalaman inilah yang kini menjadi salah satu bagian penting dari rekam jejaknya ketika namanya diajukan sebagai calon Gubernur BI.


Akankah Jadi Gubernur BI Perempuan Pertama?
Jika proses di DPR berjalan mulus dan Destry akhirnya ditetapkan sebagai Gubernur BI, ada satu catatan sejarah yang membuat pencalonannya semakin menarik.
Sejak Bank Indonesia resmi berdiri sebagai bank sentral Republik Indonesia pada 1 Juli 1953, posisi Gubernur BI belum pernah secara definitif ditempati perempuan. Gubernur pertama BI adalah Sjafruddin Prawiranegara yang menjabat pada 1953-1958.
Memang, pada 2009 Miranda Gultom pernah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI. Namun, status tersebut merupakan jabatan sementara, bukan Gubernur BI definitif.
Karena itu, jika Destry resmi terpilih, namanya akan tercatat sebagai perempuan pertama yang menjadi Gubernur Bank Indonesia secara definitif.
Perjalanan menuju kursi tersebut kini tinggal menunggu proses politik di DPR. Sebab, meski telah diajukan sebagai calon tunggal oleh Presiden Prabowo, Destry masih harus melewati tahapan yang berlaku sebelum resmi memimpin bank sentral Indonesia.






















