Presiden Prabowo Subianto telah menyerahkan nama calon Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mundur dari jabatannya. Surat presiden (surpres) sudah dikirim Prabowo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan nama calon Gubernur BI yang diajukan oleh Prabowo adalah Destry Damayanti yang saat ini menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Namanya tunggal satu nama, yaitu atas nama Ibu Destry Damayanti, yang sekarang beliau menjabat sebagai Pejabat Gubernur sementara,”
ujar Prasetyo kepada wartawan Senin, 10 Agustus 2026.
Selain surpres calon Gubernur BI, Prasetyo mengatakan bahwa Prabowo juga mengirim satu surat lainnya mengenai calon pengganti tunggal untuk menduduki posisi yang ditinggalkan Destry, yakni Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia.
Surpres mengenai calon definitif Gubernur Bank Indonesia beserta dengan calon pengganti untuk deputi senior dan calon pengganti deputi gubernur, karena jumlahnya kan berkurang satu,”
tuturnya.
Kriteria Pengganti


Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman mengatakan sosok yang dibutuhkan untuk mengisi kursi Gubernur BI adalah figur teknokrat yang memiliki pengalaman kuat di bidang moneter serta mampu menjaga independensi Bank Indonesia
Saya tidak ingin berspekulasi pada nama tertentu. Yang paling dibutuhkan adalah figur teknokrat yang memiliki pengalaman kuat di bidang moneter, memahami dinamika pasar keuangan global, memiliki kredibilitas tinggi di mata investor, serta mampu menjaga independensi Bank Indonesia,”
ujar Rizal saat dihubungi Owrite Senin, 27 Juli 2026.
Rizal menilai, di tengah tekanan terhadap rupiah kemampuan membangun kepercayaan pasar melalui komunikasi kebijakan yang konsisten akan menjadi modal utama bagi Gubernur BI berikutnya.
Di tengah ketidakpastian global dan tekanan terhadap rupiah, kemampuan membangun kepercayaan pasar melalui komunikasi kebijakan yang konsisten akan menjadi modal utama bagi Gubernur BI berikutnya,”
katanya.
Profil Destry


Adapun Destry Damayanti menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) sebelum melanjutkan studi Master of Science di Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Ia mengawali karier sebagai asisten peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) pada Januari–Agustus 1989, kemudian menjadi peneliti di Institut Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada Agustus 1989 hingga Agustus 1990.
Kemudian, ia menjadi peneliti di Pusat Antar Universitas untuk Ekonomi, Fakultas Ekonomi UI pada Agustus 1993 hingga Agustus 1995. Di samping itu, pada Agustus 1992 hingga Maret 1997, Destry juga bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter (BAKM) Kementerian Keuangan.
Destry mulai memasuki sektor perbankan dengan bekerja di Citibank Indonesia dari April 1997 hingga Mei 2000, kemudian ia bekerja sebagai Senior Economic Advisor Duta Besar Inggris pada 2000–2003.
Ia melanjutkan kariernya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011 dan Kepala Ekonom Bank Mandiri 2011–2015, sekaligus Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada 2014–2015.
Destry Damayanti tercatat pernah menjabat sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan sejak tanggal 24 September 2015 berdasarkan Keputusan Presiden No. 158/M Tahun 2015 tertanggal 21 September 2015.
Ia juga dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 Mei 2015.























