Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Rupiah menguat 0,45 persen atau 81 poin ke level Rp17.816 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah ini didorong oleh hasil data pekerjaan AS NFP (Non-Farm Payroll) yang jauh lebih lemah dari harapan.
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed,”
ujar Lukman kepada Owrite Senin, 10 Agustus 2026.
Rupiah Bisa Tertahan


Namun, penguatan rupiah dinilai Lukman bisa tertahan didorong oleh ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, penguatan juga didorong oleh sentimen domestik yang berasal dari data yang akan dirilis mengenai kepercayaan konsumen.
Untuk hari ini akan dirilis survei kepercayaan konsumen. Sentimen domestik umumnya masih cukup kuat didukung oleh data-data ekonomi yang solid,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan diperdagangkan menguat di level Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.950 per dolar AS.
Nilai Tukar Negara Asia
Berdasarkan data perdagangan hari ini, sejumlah nilai tukar negara Asia menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) 0,01 persen, Rupee India (INR) menguat tipis 0,02 persen.
Kemudian Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,07 persen, Baht Thailand (THB) menguat 0,17 persen, Peso Filipina (PHP) menguat 0,26 persen terhadap dolar AS.

























