Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa, karena kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah semakin sulit dicapai. Iran mengatakan akan mengambil sikap yang lebih ofensif dan Amerika Serikat (AS) menolak memperpanjang perjanjian gencatan senjata, yang memicu kekhawatiran mengenai pasokan energi.
Akibatnya harga minyak mentah Brent naik 0,3 persen menjadi US$91,14 per barel pada pukul 00.03 waktu setempat, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 30 Juli pada Senin. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 42 sen menjadi US$85,04 per barel, setelah sebelumnya naik lebih dari 1 persen pada awal sesi ke US$85,37 per barel atau level tertinggi sejak 31 Juli.
Harga minyak melonjak di awal pekan ini seiring hubungan AS-Iran yang tampak semakin goyah. Kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz tampaknya masih belum terlihat, dan volume pengiriman tetap sangat sedikit,”
kata Kepala Analis Pasar KCM Tim Waterer dikutip dari CNBC Selasa, 18 Agustus 2026.
Sikap Ofensif Iran

Pejabat senior Iran mengatakan bahwa Teheran akan beralih ke postur militer yang sepenuhnya ofensif. Sebab, upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen dengan AS telah menemui jalan buntu. Hal tersebut terjadi setelah Washington menegaskan tidak akan memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara.






