Harga emas global bertahan di dekat level tertingginya dalam lebih dari dua bulan pada Kamis, 20 Agustus 2026 setelah pengumuman mengejutkan dari Departemen Keuangan AS mengenai dukungan likuiditas mendorong imbal hasil obligasi dan dolar AS turun.
Dilansir dari Economic Times, harga emas di pasar spot sedikit berubah di level US$4.512,19 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 Juni di US$4.525,79 pada hari yang sama. Harga emas melonjak lebih dari 4 persen pada Rabu. Sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,6 persen menjadi US$4.569,80.
Departemen Keuangan AS pada Rabu menyatakan total utang pemerintah AS untuk pertama kalinya menembus US$40 triliun. Kondisi itu memunculkan peringatan mengenai potensi krisis fiskal, seiring naiknya biaya jaring pengaman sosial dan pembayaran bunga utang yang jauh melampaui pendapatan pemerintah yang tertahan akibat pemotongan pajak.







