Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Konflik AS-Iran Terus Bikin Cemas, Harga Minyak Dunia Naik ke US$91,87 per Barel

Harga minyak mentah Brent naik 0,3 persen menjadi US$91,87 per barel, sedangkan minyak WTI naik 0,2 persen menjadi US$84,53 per barel.

Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab.
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Hasbah terletak sekitar 150 km di timur laut Kota Industri Jubail di Teluk Arab. (Sumber: Dok. Aramco)

Harga minyak bergerak naik tipis pada awal perdagangan Kamis. Hal ini karena investor tengah mencermati prospek konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Dilansir dari Economic Times pada Kamis, 20 Agustus 2026 harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober naik 25 sen atau 0,3 persen menjadi US$91,87 per barel pada pukul 00.37 waktu setempat.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman September turun 2 sen menjadi US$85,81 per barel. Kontrak WTI Oktober yang lebih aktif naik 14 sen atau 0,2 persen menjadi US$84,53 per barel.

Iklan

Harga Minyak Naik Bertahap

Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)

Harga acuan minyak mentah Brent dan WTI naik untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu, ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli. Kontrak WTI September akan berakhir pada Kamis malam.

Harga minyak masih berada di level tinggi karena pasar mendapat dukungan dari serangan sporadis di Timur Tengah, tetapi belum mendapatkan momentum baru tanpa adanya eskalasi besar,”

kata Hiroyuki Kikukawa, kepala strategi Nissan Securities Investment, unit dari Nissan Securities.

Pasar kemungkinan akan mempertahankan tren kenaikan bertahap mengingat ketidakpastian seputar perundingan damai dan ketegangan yang melibatkan Uni Emirat Arab, Oman, dan Iran,”

tambahnya.

Keputusan UEA untuk menangguhkan semua transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut, telah kembali menyoroti hubungan yang tegang antara produsen minyak utama di Teluk Arab tersebut dengan Iran.

Bertolak Belakang

Peta Selat Hormuz Iran. (Sumber: Google Map)
Peta Selat Hormuz Iran. (Sumber: Google Map)

Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan Selat Hormuz tetap terbuka. Namun, Iran menyatakan bahwa jalur pelayaran tersebut tetap ditutup.

Data yang dirilis pada Rabu menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz melambat. Sebab sebagian besar pemilik kapal menghindari jalur pelayaran penting tersebut karena belum ada kejelasan mengenai pembukaannya kembali setelah blokade yang diberlakukan selama perang Iran.

Menurut Energy Information Administration (EIA), di AS persediaan minyak mentah dan bensin meningkat, sementara stok produk sulingan turun pada pekan lalu. Persediaan minyak mentah naik 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus, jauh di atas perkiraan penurunan sebesar 600.000 barel.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.