Harga minyak dunia naik tipis pada awal perdagangan Rabu, memperpanjang kenaikan untuk hari keempat berturut-turut akibat ketidakpastian pasokan. Investor saat ini juga tengah mencermati pernyataan yang saling bertentangan dari Teheran dan Washington mengenai apakah Selat Hormuz masih terbuka bagi kapal-kapal.
Dilansir dari CNBC, pada Rabu, 19 Agustus 2026 harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau 0,29 persen menjadi US$91,28 per barel pada pukul 00.04 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 37 sen menjadi US$85,31 per barel.
Kedua kontrak tersebut pada Selasa ditutup mencapai level tertinggi sejak 24 Juli seiring memudarnya harapan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran.
Pernyataan Bertolak Belakang


Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran, dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka. Pernyataan itu bertentangan dengan klaim Iran yang menyebut jalur perairan penting tersebut masih ditutup untuk pelayaran.
Perjanjian gencatan senjata sementara berakhir pada Senin, dan seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya beralih ke postur militer yang sepenuhnya ofensif akibat kebuntuan diplomatik. Namun, tidak ada laporan serangan baru dari kedua belah pihak pada Selasa.
Untuk menghindari Selat Hormuz, Kabinet Irak telah menyetujui mekanisme ekspor minyak mentah Irak melalui perusahaan-perusahaan internasional dan lokal khusus serta melalui sejumlah jalur ekspor, kata pemerintah pada Selasa.
Berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan setelah rapat kabinet, kontrak berdasarkan mekanisme baru tersebut akan berlaku selama tiga bulan mulai 1 September.
Stok Minyak AS Turun


Sementara itu, dua raksasa pelayaran China telah menghentikan pengiriman kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb di tengah konflik di Timur Tengah. Sebagai gantinya, mereka mengambil muatan minyak di luar kawasan Teluk, menurut tiga eksekutif industri, pelacak kapal tanker, dan seorang broker kapal.
Sedangkan di AS, persediaan minyak mentah dan distilat turun, sementara stok bensin naik pekan lalu, demikian dikatakan sumber-sumber pasar pada hari Selasa.
Data resmi persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) AS akan dirilis pada pukul 10.30 waktu setempat. Para analis yang disurvei Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun sekitar 600.000 barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus.























