Calon Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengakui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini tengah mengalami kekeringan likuiditas.
Aida menjelaskan, keringnya likuiditas ini ini dipicu oleh habisnya kepemilikan surat berharga. Kondisi ini membuat Himbara kesulitan untuk melakukan ekspansi, namun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan likuiditas masih mencukupi.
Himbara ini semakin mengalami kesulitan likuiditas, karena surat berharganya sudah habis. Iya itu betul (kesulitan likuiditas), tapi mereka masih cukup hanya dia kalau mau melakukan lagi ekspansi lebih lanjut,”
ujar Aida dalam fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.
Jurus Selesaikan Likuiditas

Aida menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan kekeringan likuiditas ini, bank sentral telah menetapkan pemberlakuan kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) baru mulai 1 September 2026.






