Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 27 Agustus 2026. Rupiah amblas 0,29 persen atau 52 poin ke level Rp17.777 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh indikator inflasi acuan Federal Reserve (The Fed) meningkat sesuai ekspektasi pada Juli. Indikator itu adalah indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS.
Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah indikator inflasi acuan the Fed PCE menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada bulan Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga,”
ujar Lukman kepada Owrite Kamis, 27 Agustus 2026.
Demo Bikin Was-was

Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan bahwa investor tengah mencermati demonstrasi yang akan berlangsung pada hari ini di Jakarta.






