Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah pada Rabu, 26 Agustus 2026. Rupiah tercatat melemah tipis, sedangkan IHSG melemah dalam.
Untuk rupiah melemah 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp17.725 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 1,48 persen ke level 6.405.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Baht Thailand (THB) 0,19 persen, Won Korea (KRW) melemah 0,12 persen, dan Dolar Singapura (SGD) melemah 0,05 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sentimen pendorong rupiah berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dikabarkan akan mencapai kesepakatan gencatan senjata.
Kantor berita milik negara Rusia, RIA, melaporkan kesepakatan tersebut dengan mengutip sumber-sumber dari Pakistan dan Iran. Kesepakatan yang dilaporkan itu mencakup kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz dan diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Rabu, 26 Agustus 2026.
Selain itu, para investor kini tengah menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pada Rabu, dan pidato penting pertama Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada Jumat.
Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi,”
terangnya.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp18,07 triliun dengan melibatkan 42 miliar saham dalam 2,5 juta kali transaksi. Sebanyak 118 saham naik, 89 tidak bergerak, dan 583 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Personel Alih Daya (PADA) melemah 14,78 persen ke Rp196
- PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) melemah 14,73 persen ke Rp220
- PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) melemah 14,62 persen ke Rp222
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp178,02 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp105,09 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp89,28 miliar
























