PT Pertamina Patra Niaga mengajukan pemblokiran terhadap sekitar 5.000 nomor polisi (nopol) kendaraan yang terindikasi melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi penyalahgunaan dan memastikan BBM subsidi diterima masyarakat yang berhak.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan pengawasan penyaluran BBM subsidi dilakukan dengan memadukan pemeriksaan langsung dan sistem digital.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan, baik melalui pemeriksaan langsung di lapangan maupun pemanfaatan sistem digital, untuk memastikan BBM Subsidi disalurkan sesuai ketentuan dan diterima oleh masyarakat yang berhak,”
kata Kitty dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Pengawasan Pertamina pada BBM Subsidi

Pengajuan pemblokiran tersebut merupakan bagian dari pengawasan Pertamina terhadap pola transaksi BBM subsidi. Selain sekitar 5.000 nopol yang diajukan untuk diblokir, Pertamina juga mengajukan permintaan penghapusan data terhadap ribuan nomor polisi yang menunjukkan pola pembelian tidak sesuai ketentuan.







