Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada pembukaan perdagangan Senin, 14 September 2026. IHSG melemah sebesar 0,19 persen ke level 6.529.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp392,2 miliar dengan melibatkan 660,5 juta saham dalam 64,1 ribu kali transaksi. Sebanyak 198 saham turun, 268 tidak bergerak, dan 225 naik.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan IHSG berpotensi balik menguat pada awal pekan. Hal itu sejalan dengan menguatnya bursa Amerika Serikat (AS)

IHSG berpotensi rebound hari ini seiring dengan penguatan bursa US,”

kata Fanny dalam analisisnya Senin, 14 September 2026.

Bursa Asia

Fanny mengatakan, bursa saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan Jumat, 11 September 2026. Pelemahan dipimpin oleh saham Korea Selatan dan Jepang.

Indeks Korea Selatan Kospi anjlok sebesar 1,9 persen, serta Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen. Kemudian, Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,9 persen, Taiex Taiwan anjlok 1,6 persen, dan CSI 300 China berkurang 0,8 persen.

Penurunan tersebut terjadi setelah indeks saham-saham AS tertekan oleh lonjakan harga minyak,”

jelas Fanny.

Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 6.450 hingga 6.525. Sementara, level resist IHSG di kisaran 6.600 hingga 6.640.