Harga minyak dunia melonjak 3 persen pada perdagangan Senin. Kenaikan ini didorong oleh tingginya tensi konflik di Timur Tengah, yang membuat investor khawatir bahwa gangguan terhadap pasokan energi global akibat perang akan semakin parah.

Dilansir dari Economic Times pada Senin, 14 September 2026, harga minyak mentah Brent naik sekitar 3 persen dan diperdagangkan mendekati US$108 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik sekitar 3 persen menjadi US$103 per barel.

Kenaikan tajam harga minyak hari ini sesuai dengan perkiraan. Selain meningkatnya ketegangan, kekhawatiran mengenai risiko terhadap pasokan dari Arab Saudi juga semakin membuat investor cemas. Sebab, jalur pipa minyak East-West milik Arab Saudi ditutup pada Jumat setelah terkena serangan drone yang berasal dari Irak.

Arab Saudi dan Iran

Ilustrasi Amerika Serikat dan Arab Saudi serang sekutu Iran.
Ilustrasi Amerika Serikat dan Arab Saudi serang sekutu Iran. (Dibuat oleh AI)

Serangan Arab Saudi dan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk meningkatkan kekhawatiran mengenai pasokan, menyusul penutupan salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi.

Media pemerintah Arab Saudi pada hari Minggu merilis rekaman video kerusakan pada rumah-rumah dan sebuah masjid akibat apa yang diklaim sebagai serangan Houthi di provinsi Jazan, bagian selatan negara itu. Kelompok Houthi mengatakan, mereka juga telah menyerang sebuah pangkalan militer Arab Saudi di provinsi tetangga.

Menurut media pemerintah Iran, sebuah kapal kargo Iran diserang pada Minggu di Selat Hormuz. Teheran kemudian menunda rencana untuk memberi pengarahan kepada negara-negara tetangganya mengenai upayanya dalam mengelola pelayaran di selat tersebut.

Sampai saat ini belum ada tanggapan langsung dari militer AS, yang telah menyerang kapal-kapal berbendera Iran selama blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan kini menghadapi ancaman baru berupa rudal balistik Iran yang diluncurkan ke arah kapal-kapal perang AS.

Pernyataan Tegas Iran

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (foto: wikipedia)

Sementara itu, pemerintah Iran terus menunjukkan sikap menantang. Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran tidak akan menyerah dan tunduk.

Rakyat kami tidak bisa dipaksa untuk tunduk. Iran tidak akan menyerah,”

kata Masoud dalam sebuah postingan di media sosial.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump tidak sependapat dengan mengatakan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan sehingga mereka terus-menerus menelepon.