Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 14 September 2026.
Berdasarkan data perdagangan, rupiah melemah 0,33 persen atau 58 poin ke level Rp17.669 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG melemah 0,10 persen ke level 6.534.
Tensi Timur Tengah
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah didorong oleh naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Iklan
Kelompok Houthi, yang bersekutu dengan Iran, telah mengamankan posisi yang memungkinkan mereka melancarkan serangan tanpa hambatan di Selat Bab el-Mandeb serta terhadap target-target energi utama Arab Saudi,”
kata Ibrahim dalam analisisnya.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Selain itu, pelemahan rupiah didorong oleh data inflasi Agustus menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen inti sebesar 0,3 persen secara bulanan. Kenaikan tersebut memperkuat perkiraan bahwa the Fed mungkin akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun pada pertemuan minggu ini.
Pasar kini memperhitungkan adanya kemungkinan sekitar 88 persen bagi kenaikan suku bunga di bulan September. Kenaikan suku bunga juga dapat memicu ketegangan politik bagi the Fed,”
tuturnya.
Saham Melemah
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp18,02 triliun dengan melibatkan 35,6 miliar saham dalam 2,1 juta kali transaksi. Sebanyak 219 saham naik, 141 tidak bergerak, dan 429 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut: