Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi serentak di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan lemahnya tata kelola dan kapasitas pemerintah dalam menghadapi krisis energi. Kondisi ini terjadi di tengah pernyataan pemerintah bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman.
Diketahui, kelangkaan BBM dalam dua pekan terakhir terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa, dan Sumatra. Kondisi ini menunjukkan buruknya tata Kelola energi nasional dan lemahnya kapasitas institusi menghadapi krisis.
Situasi ini membuktikan bahwa penilaian ketahanan energi kita masih berada di atas kertas, belum diikuti kemampuan membangun cadangan energi, memperkuat manajemen logistik, dan menjalankan strategi krisis sebagaimana diamanatkan Undang-undang (UU) Energi,”
kata CEO IESR Fabby Tumiwa, Senin, 14 September 2026.
Presiden Perlu Evaluasi Kementerian Lembaga

Fabby juga meminta pemerintah mengevaluasi kesiapan kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab terhadap keamanan pasokan energi nasional.







