Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 15 September 2026. Rupiah tercatat menguat tipis sebesar 0,01 persen atau 2 poin ke level Rp17.667 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan menguat melawan dolar AS pada hari ini. Penguatan didorong oleh pergantian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul pergantian menkeu dari Purbaya kepada Suahasil, yang diharapkan akan direspons positif dari pasar,”

ujar Lukman kepada Owrite Selasa, 15 September 2026.

Penguatan Terbatas

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Meski menguat, Lukman memperkirakan bahwa ruang penguatan akan terbatas. Hal itu didorong oleh tingginya harga minyak dunia dan sikap wait and see investor menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh harga minyak mentah dunia yang tetap tinggi, serta sikap wait and see investor menjelang keputusan RDG Bank Indonesia dan FOMC,”

katanya.

Dengan demikian, Lukman memproyeksikan bahwa nilai tukar rupiah pada hari ini berpotensi menguat di kisaran Rp17.550 per dolar AS hingga Rp17.700 per dolar AS.