Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan ada nama-nama ‘ajaib’ dalam proses perombakan ratusan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sehingga, dia mengusulkan mutasi pegawai yang dilakukan beberapa waktu lalu dibatalkan.
Pada 10 September 2026, kala Purbaya Yudhi Sadewa masih menjadi Menteri Keuangan melakukan perombakan ratusan pejabat eselon II dan III DJP, serta di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Namun selang beberapa hari, yakni pada 14 September 2026 Purbaya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan.
Itu kan usulan kita, rotasi itu. Cuman memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan,”
ujar Bimo di Kantor Pusat DJP dikutip Kamis, 17 September 2026.
Sinyal Buruk

Bimo mengatakan, masuknya nama pegawai yang tidak mengikuti proses pelatihan dan penilaian untuk kenaikan jabatan, menjadi sinyal buruk bagi pegawai lain yang sudah mengikuti proses tersebut.






