Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah pada Jumat, 18 September 2026. Rupiah melemah tipis 0,03 persen ke level Rp17.758 per dolar AS, sedangkan IHSG melemah 0,33 persen ke level 6.441.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) sebesar 1,04 persen dan Won Korea (KRW) sebesar 0,23 persen.
Kemudian Dolar Singapura (SGD) melemah sebesar 0,09 persen, Peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,05 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,05 persen, serta Rupee India (INR) sebesar 0,03 persen.
Sentimen Rupiah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan melemahnya rupiah itu didorong oleh prospek pasokan minyak dunia yang masih belum pasti. Sebab, Iran mengatakan bahwa sebuah kapal tanker berbendera Togo telah diserang.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada hari Jumat menyatakan bahwa sebuah kapal tanker berbendera Togo telah diserang saat mencoba melakukan apa yang mereka sebut sebagai pelayaran ilegal melintasi Selat Hormuz,”
kata Ibrahim dalam analisisnya Jumat, 18 September 2026.
Sementara itu, diplomasi muncul sebagai faktor kunci lain yang mempengaruhi pasar, sebab Presiden Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia hampir mengambil keputusan besar mengenai apakah akan kembali melancarkan aksi militer berskala besar terhadap Iran.
Saham Melemah

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp19,1 triliun dengan melibatkan 31,4 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 204 saham naik, 144 tidak bergerak, dan 442 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melemah 14,79 persen ke Rp3.010
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melemah 14,96 persen ke Rp1.450
- PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melemah 14,81 persen ke Rp1.840
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp147,80 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp122,47 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp42,20 miliar






