Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah sudah menyelesaikan kewajiban surat utang terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang berasal dari penanganan krisis 1997-1998. Kewajiban itu selesai pada Agustus 2026 menggunakan surplus Bank Indonesia (BI).
Suahasil mengatakan, berdasarkan hasil audit buku 2025 BI mencatatkan surplus sebesar Rp55 triliun, yang mana surplus itu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan diberikan kepada kas negara.
Itu sekarang surat utang yang dalam rangka penanganan krisis 1997-1998 kemarin tuntas kita selesaikan di bulan Agustus,”
kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Jumat, 18 September 2026.
Pos Kekayaan Negara Dipisahkan

Adapun surplus tersebut dimasukkan dalam pos Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). Namun, berdasarkan peraturan perundang-undangan, surplus BI salah satunya bisa digunakan untuk menyelesaikan kewajiban surat utang negara yang diterbitkan dalam rangka penanganan krisis 1997-1998.






