Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/rwa)
Selain rupiah beberapa nilai tukar negara Asia ikut melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) melemah 0,21 persen dan Peso Filipina (PHP) melemah 0,06 persen.
Melemahnya rupiah didorong oleh AS dan Iran saling memberikan ancaman, di tengah upaya damai.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 21 September 2026. IHSG melemah 0,88 persen ke level 6.384, dan Rupiah ambruk 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah beberapa nilai tukar negara Asia ikut melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) melemah 0,21 persen dan Peso Filipina (PHP) melemah 0,06 persen.
Penyebab Melemah
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.)
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan melemahnya rupiah didorong oleh AS dan Iran saling memberikan ancaman, di tengah upaya damai. Serta serangan yang dilakukan Houthi ke Arab Saudi.
Iklan
Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh pada Sabtu,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Senin, 21 September 2026.
Selain itu, pasar juga tengah mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mendatang. BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi,”
tuturnya.
Saham Melemah
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar)
Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,8 triliun dengan melibatkan 26,9 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 280 saham naik, 156 tidak bergerak, dan 280 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,95 persen ke Rp2.560
PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melemah 14,77 persen ke Rp300
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melemah 10,28 persen ke Rp3.230
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp355,06 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp217,75 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp200,79 miliar