Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin, 21 September 2026. IHSG melemah 0,88 persen ke level 6.384, dan Rupiah ambruk 0,50 persen ke level Rp17.847 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, selain rupiah beberapa nilai tukar negara Asia ikut melemah diantaranya Yen Jepang (JPY) melemah 0,21 persen dan Peso Filipina (PHP) melemah 0,06 persen.
Penyebab Melemah

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan melemahnya rupiah didorong oleh AS dan Iran saling memberikan ancaman, di tengah upaya damai. Serta serangan yang dilakukan Houthi ke Arab Saudi.
Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan telah menyerang lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh pada Sabtu,”
kata Ibrahim dalam keterangannya Senin, 21 September 2026.
Selain itu, pasar juga tengah mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mendatang. BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
Pasar akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi,”
tuturnya.
Saham Melemah

Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp11,8 triliun dengan melibatkan 26,9 miliar saham dalam 1,8 juta kali transaksi. Sebanyak 280 saham naik, 156 tidak bergerak, dan 280 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) turun 14,95 persen ke Rp2.560
- PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) melemah 14,77 persen ke Rp300
- PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) melemah 10,28 persen ke Rp3.230
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp355,06 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp217,75 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp200,79 miliar






