Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Makin Loyo ke Rp17.800 per Dolar AS, Bank Indonesia Bongkar Biang Keroknya

Anjloknya nilai tukar rupiah masih didorong oleh kerentanan geopolitik di Timur Tengah dan membuat harga minyak naik.

Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
Ringkasan beritaCek poin
  1. BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga.
  2. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,37 persen.

Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Tercatat perdagangan siang ini rupiah sudah mencapai level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan anjloknya nilai tukar rupiah masih didorong oleh kerentanan geopolitik di Timur Tengah. Sebab, kondisi itu menyebabkan harga minyak melambung tinggi.

Pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal,”

kata Erwin dalam keterangan resmi Senin, 21 September 2026.

Erwin mengungkapkan selain eksternal, melemahnya rupiah juga didorong oleh kebutuhan valas importir, serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

Iklan

Lakukan Intervensi

Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.)

Erwin memastikan, BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.

Hal ini diantaranya melalui pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market, serta memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif.

Intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,”

jelasnya.

Erwin menyatakan, pihaknya secara intensif terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar. Hal itu dilakukan untuk mendorong arus masuk modal asing dengan mengoptimalkan insentif yang telah diberikan, serta mendiversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Masih Sejalan dengan Kawasan

Erwin mengatakan, secara umum pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,37 persen.

Posisi cadangan devisa juga meningkat ke level US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026,”

tuturnya.

Berdasarkan data perdagangan pukul 14.47 WIB, rupiah ambruk sebesar 0,54 persen atau 88 poin ke level Rp17.846 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.