Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Tercatat perdagangan siang ini rupiah sudah mencapai level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan anjloknya nilai tukar rupiah masih didorong oleh kerentanan geopolitik di Timur Tengah. Sebab, kondisi itu menyebabkan harga minyak melambung tinggi.
Pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel, sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal,”
kata Erwin dalam keterangan resmi Senin, 21 September 2026.
Erwin mengungkapkan selain eksternal, melemahnya rupiah juga didorong oleh kebutuhan valas importir, serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik.







