Bank Indonesia (BI) buka suara terkait uang rupiah kertas Tahun Emisi 2022 yang bertandatangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo. Sebab, uang rupiah tersebut menjadi incaran kolektor mata uang karena keduanya sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur BI.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso memastikan uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya dan Perry tetap berlaku dan sah digunakan sebagai alat pembayaran di seluruh wilayah Indonesia.
Pergantian Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia tidak memengaruhi keabsahan uang rupiah yang telah diproduksi dan diedarkan,”
kata Denny dalam keterangannya Selasa, 22 September 2026.
Denny menuturkan, uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya dan Perry diproduksi sesuai dengan proses pencetakan yang telah ditetapkan dan tetap merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.







