Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Rupiah loyo 0,24 persen atau 43 poin ke level Rp17.890 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah didorong oleh pernyataan hawkish pejabat the Fed, Goolsbee.
Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS menyusul pernyataan hawkish pejabat The Fed, Goolsbee, yang kembali meningkatkan ekspektasi suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi,”
kata Lukman kepada Owrite Selasa, 22 September 2026.
Suku Bunga Ditahan Hambat Rupiah

Sementara itu, Lukman menilai bila dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) diputuskan bawa BI Rate alias suku bunga ditahan, maka akan membatasi pergerakan positif rupiah.







